AWALNYA GUE KIRA BEGITU, TERNYATA TIDAK…
Hai, gue ErLand.. Saat ini lo lagi baca tulisan gue (Semua orang juga tau kali Land, halah)… Sebelum mempertanyakan judul yang extreme ini, gue mau pengumuman dulu… Ini my 1st Blog, yang juga berarti karya tulis gue yang pertama, pokoknya serba pertama… Kecuali di bidang perfilman indie, karena gue kadang-kadang suka nulis script. (Katanya serba pertama, gimana sih lo Land?)..
Gue mohon maaf untuk judulnya yang extreme ini, semata-mata hanya taktik untuk mencuri perhatian, kan akhirnya juga gue klarifikasi dengan tulisan berikutnya (Parah lo Land, sempat meresahkan banyak masyarakat tuh).. Nah, berikut ini cerita singkat yang panjang lebar tentang pandangan gue menyoal mencoba studi di Belanda, awalnya gue kira sulit, ternyata tidak… (Gimana caranya Land, biar kalimat ini mendarah daging di pikiran kita semua)…

windmolen
sumber : foto koleksi pribadi
ADA APA SIH DENGAN BELANDA???…
Kenapa juga gue mau-maunya studi di Belanda, 350 tahun udah menjajah kita, rempah-rempah kita banyak di rampas, bahkan sampai disuruh kerja Rodi… Tapi justru itu yang akhirnya bikin gue jadi berpikir, justru ini mungkin bentuk permintaan maaf dari pemerintahan Belanda terhadap kita orang indonesia yang pernah dijajahnya (Wew, pikiran lo sejauh itu ya Land?)… Mereka kemudian membuka kesempatan secara luas untuk studi di Belanda.
Gue beruntung banget udah pernah ke Belanda sekitar tahun 2003 selama 3 bulan, gratisan di biayai paman sebagai hadiah gue bisa masuk salah satu perguruan tinggi negeri favorit.. Nah, Belanda yang pernah gue kenal dan kunjungi itu merupakan sebuah negara maju dengan budaya multikultur nya yang sangat menarik karena pola pikir masyarakatnya yang sangat free spirited dan open minded! (Cocok banget buat orang-orang yang ekspresif ya Land!)
Di Belanda sampe di sah kan loh perkawinan sesama jenis.. (Jangan sampe lo ikut-ikutan Land, halah-halah..) Nah, macem-macem dong pikiran kita ngebayangin kaya gimana kehidupan orang-orang di Belanda…
Belanda dengan ciri khas kincir angin dan bunga tulip nya ini, menyimpan segudang potensi di bidang ilmu pengetahuan dan banyak menghasilkan pola pikir yang luar biasa. Negara kita saat ini pun mengadaptasikan ilmu hukum pemerintahannya dari Belanda karena kita pernah di jajahnya begitu lama sehingga ilmu hukumnya masih cukup melekat dengan kita. Tidak heran begitu banyak orang Indonesia melanjutkan studinya khususnya dalam bidang hukum di Belanda. (Bantas korupsi di Indonesia! Bilang gitu ke lulusan hukum nya Land!)
Beberapa fakta yang gue suka tentang Belanda :
- Ada sekitar 16 juta sepeda di Belanda, hampir sebanding dengan jumlah penduduknya. Dan 1 dari 3 orang Belanda tergabung dalam klub – klub olahraga. (Wah, orang Belanda sehat-sehat dan panjang umur semua tuh Land!)
- Transportasi yang informatif, tertata rapi dan tepat waktu, menjadikannya sangat mudah dan cepat untuk di akses (Katanya dalam sehari kita bisa mengelilingi negeri Belanda memakai kereta loh, keren ya Land!).
- Pot-pot bunga banyak menghiasi setiap rumah di Belanda, memperlihatkan betapa orang-orang Belanda sangat peka lingkungan dan peduli dengan keindahan (Tidak heran kenapa salah satu ikon Negara Belanda ini adalah bunga Tulip ya Land!).
- Jumlah museum di Belanda hampir 1000 buah, kepadatan jumlah museum tertinggi di dunia, orang-orang Belanda benar-benar memperhatikan nilai sejarah negerinya (Penasaran abis kan Land, lo kan penyuka seni, karena darah desain mengalir dalam tubuh lo, makin ngiler aja nih)…
- Inovasi konservasi air nya yang sangat luar biasa, Belanda melakukan reklamasi lahan dengan membangun bendungan terbaik didunia. (Sebuah inovasi teknologi yang sangat mengesankan, alasan kuat banyak orang dari mancanegara tertarik untuk menimba ilmu di Belanda tuh Land)…
Perusahaan serta mereknya yang terkenal seperti Philips, Unilever, Shell dan KLM adalah sederet nama yang tidak asing kita dengar. Lalu orang-orang seperti Vincent Van Gogh, Erasmus dan Rembrandt adalah seniman yang tentunya tidak asing pula dan terkenal hingga mendunia (Tidak heran apresiasi masyarakat terhadap seni begitu tinggi dan sangat di hargai, keren ya Land!?)… Dan termasuk DJ Tiesto yang terkenal itu loh, mereka semua orang Belanda tuh..

kunst
sumber : foto koleksi pribadi
ORANG BELANDA DENGAN INTELEKTUALNYA YANG TINGGI DISERTAI BUDAYA RAMAH TAMAHNYA…
Waktu gue di Belanda, kebetulan paman gue tersebut memiliki apartemen sederhana, begitu katanya, tetapi setelah gue cermati kategori sederhana tersebut cukuplah mewah untuk kategori orang Indonesia, ahahaha… Gue sering lihat tingkah laku tetangga di sebelah, mulai dari yang ramah sampe yang acuh, tapi umumnya orang tua di sana mayoritas sangat ramah sekali, mereka sangat mudah tersenyum dan memberikan salam.
Terlepas dari status dan profesinya, banyak orang-orang Belanda sangat gemar mengendarai bersepeda, tidak hanya untuk aktivitas olahraga, tapi juga sebagai kegiatan sehari-hari seperti pergi sekolah, bekerja atau bahkan sekedar rekreasi. Dengan pola hidup sehari-hari seperti ini tentunya sangat mendukung pola hidup sehat serta ramah lingkungan.
Budaya masyarakat orang Belanda patut di acungi jempol, mereka sangat mandiri dan teratur, banyak sekali hal baru yang gue temui dan bikin gue terkesan. Untuk pertama kalinya gue belajar isi bensin mobil sendiri dan mencuci mobil sendiri di sejenis Automatic Car Wash gitu. Dan yang lebih menarik terjadi waktu gue lagi makan di sebuah Fast food terkenal bernama McDonald. Nah, ternyata sudah menjadi kebiasaan orang-orang di sana untuk merapikan bekas makanannya sendiri di tempat yang sudah di sediakan, bentuknya seperti meja box gitu, nampan makanan di taruh di atas meja dan bekas makanan di buang di bawahnya masuk ke dalam box.
Sebenarnya di Indonesia juga ada fasilitas seperti itu, cuma sayang orang Indonesia terlalu di manjakan dengan adanya pelayan sehingga inisiatif tersebut kurang. Belum pernah sekali pun gue temukan ada yang berbuat seperti itu di Indonesia, paling cuma gue sendiri, itu pun orang lain banyak yang ngeliatin gue penuh dengan keheranan… (Serba salah kan Land, mau berbuat baik koq malah aneh di mata orang)…
Orang-orang Belanda sangat peduli lingkungan, terbukti melalui pemilahan sampah antara sampah basah dan kering, benar-benar baik. Selain itu teknologi internet juga telah menjadi bagian yang vital disini, tidak perlu repot berbelanja ke supermarket, kita cukup memesannya via internet dan kita hanya tinggal menunggu petugas supermarket mengantarkannya langsung ke depan pintu rumah kita (Duh, di Indonesia kapan bisa begini ya Land)…
PENASARAN INGIN CARI TAU TENTANG STUDI DI BELANDA…
Gue sempat berpikir bahwa untuk bisa tinggal apalagi studi di Belanda, haruslah bisa berbahasa Belanda. Namun apa yg gue pikirkan tersebut ternyata salah, banyak institusi-institusi di negara Eropa khususnya Belanda memfasilitasi studinya dengan bahasa Inggris. (Tidak menguasai bahasa Belanda tidak apa-apa, tapi berarti pastikan bahasa Inggris lo memadai ya Land… Ups!)
Secara umum institusi di Belanda berprofil internasional, banyaknya kegiatan di luar akademis melalui adanya ekstrakulikuler sangat bermanfaat untuk mengisi waktu luang dan semakin memperbesar kesempatan kita untuk banyak mengenal orang-orang baru dari mancanegara. Sehingga akhirnya semakin membuat kita cepat beradaptasi dan nyaman. (Wow, cocok banget buat orang-orang yang aktif berorganisasi dan gemar berdiskusi, jalan menuju pergaulan intenasional nih Land!)
Status antara pengajar dan murid hampir tidak terasa karena adanya atmosfir yang diciptakan pengajar kepada muridnya untuk bebas berekspresif dan mengutarakan pendapatmya. Bahkan ada situasi dimana kita bisa makan siang dengan pengajar kita sambil membahas pelajaran atau sekedar isu aktual di Belanda dan Eropa. Disini pengajar benar-benar menjadi teman yang baik untuk ngobrol (Bisa ga yah kalau ada ujian, lokasinya bukan di kelas, tapi di sebuah café… Gokil tuh Land, ahahaha!)
Fakta – fakta dibawah ini semakin menguatkan keinginan gue untuk studi di Belanda :
- Terdapat lebih dari 1300 program berbahasa Inggris di Belanda.
- Belanda telah mendapatkan pengakuan internasional sebagai pionir penerapan sistem Problem Based Learning (PBL). Serta sistem pendidikannya yang bersifat interaktif dan fokus pada kerja berkelompok.
- Sebagian besar masyarakatnya bisa berbahasa Inggris dan bahkan menguasai beberapa bahasa asing lainnya seperti Jerman dan Perancis. (Kondisi ini tidak banyak terjadi di Negara Eropa lainnya).
- Biaya kuliah relatif terjangkau mulai dari 3500-7000 euro untuk S1 dan 4000-15.000 euro untuk S2 setiap tahunnya dengan biaya hidup ukuran mahasiswa sekitar 700 euro perbulan secara keseluruhan.
Banyak tersedianya kesempatan seperti short course, summer school, serta kongres-kongres internasional. Merupakan wujud dari banyaknya dan mudahnya jejaring internasional terjadi. Tidak heran jika banyak orang mudah go internasional terutama melalui program pertukaran pelajar mancanegara di Belanda.
Bidang ilmu yang menurut gue terdepan dan banyak di minati antara lain :
- Manajemen dan bisnis
- Pertanian, terutama teknologi pangan
- Hukum
- Seni dan arsitektur
MENCOBA APPLY UNTUK S2 DI BELANDA…
Siapa sih yang nggak pengen studi di luar negeri, apalagi di Eropa dan apalagi kalo dapet scholarship (Ada aja kali Land, yang terlalu nasionalis, ehehe)… Umumnya banyak banget yang melanjutkan studinya keluar negeri dan khususnya ke Belanda setelah menyelesaikan gelar S1 nya di Indonesia dan lanjut untuk menempuh gelar S2 atau S3 (Dan inilah yang saat ini sedang gue lakukan, mohon doa restu… Semangat Land!)
Berdasarkan pengalaman gue, ada 4 cara untuk mencari info tentang studi di Belanda..
- Info mudah dan cepat dapat diakses melalui internet, dianjurkan sekali langsung browsing ke institusi yang bersangkutan.
- Info melalui kosultasi langsung dengan pembimbing dari kantor NESO di Jakarta atau Surabaya. Ini cara paling efektif karena langsung dan selalu up to date.
- Info yang didapat dari Netherland education fair oleh NESO. Cermati baik-baik waktu penyelenggaraannya, mengingat hanya diadakan sekali setahun.
- Info langsung dari alumnus yang pernah studi di Belanda berdasarkan pengalamannya. Ini juga penting sebagai bahan tolak ukur agar kita lebih banyak referensi info dan mengenal medan tempur sebelum berperang nantinya.
Nah, layaknya kedelai (keledai kale Land! Ahahaha…) yang emang harus jatuh dulu ke lubang baru sadar. Nah, sebelum itu terjadi, ternyata ada beberapa tahapan yang harus di jalani kalo mau lanjut studi S2 di luar negeri :
- Jauh-jauh hari siapin fotokopi akte, paspor, ijazah dan transkrip. Baik itu yang bahasa Indonesia dan yang udah di translasikan (kecuali paspor), semuanya pastikan udah di legalisir.
- Pastikan TOEFL atau IELTS, serta GRE/GMAT (Jika di perlukan), skor nya udah memenuhi syarat sesuai persyaratan institusi yang bersangkutan.
Dan berikut ini timeline ideal untuk mendaftar studi di Belanda :
- September, pemilihan program studi sekaligus mencari info beasiswa bila berminat dan available.
- Oktober – Januari, persiapan dokumen maupun segala jenis proses tes.
- Februari – April, memastikan status pendaftaran hingga mendapatkan surat penerimaan (Admission letter).
- Mei – Juni, Penyelesaian registrasi perkuliahan dan akomodasi selama tinggal di Belanda, terutama visa.
- Juli – Agustus, persiapan keberangkatan.
NGGAK ADA DUIT! BUTUH SCHOLARSHIP! PLEASEE…
Sebenarnya, kuliah di luar negeri pada umumnya tergolong murah, dibilang mahal karena belum termasuk living cost, akan sangat menolong jika ada scholarship tentunya. Banyak pihak baik itu swasta, pemerintah maupun institusinya itu sendiri menyediakan scholarship terutama untuk orang-orang dari negara berkembang seperti kita dari Indonesia. Namun kesempatannya sangat terbatas dan seleksinya sangat ketat. Scholarship ini selalu di perebutkan calon pelamar hingga ratusan orang (Waduh Land, lo harus berjuang dengan keringat dan darah yaa…)
Ada beberapa scholarship yang available di Belanda dan banyak dikenal orang seperti :
- Huygens, untuk mahasiswa internasional.
- StunNed, untuk orang – orang yang bekerja di institusi yang berkaitan dengan pembangunan.
- NFP, untuk orang – orang yang aktif dalam berorganisasi di 57 negara berkembang yang terdaftar.
- Erasmus Mundus, untuk mahasiswa internasional yang ingin studi UniEropa.
Ada saran pasti dari gue, sebelum lo lulus kuliah selama itu udah ada kepastian untuk lulus dengan IPK yang memenuhi syarat, kita bisa meminta admission letter sejak dini untuk mempercepat dan memperbesar kemungkinan kita mendapatkan scholarship jika berminat.
(JIKALAU)… HORE! AKHIRNYA GUE MELUNCUR KE BELANDA!
Ada 2 hal yang biasanya menjadikan seseorang dengan finansial terbatas melanjutkan studinya ke Belanda :
- Syukurlah akhirnya mendapatkan scholarship. Tetapi hati – hati selalu perhatikan apakah scholarship yang kita dapatkan berjenis partial atau full.
- Nekat pergi dengan dana pribadi, namun bertekad untuk mendapatkan beasiswa segera di semester berikutnya. Cara ini cukup efektif, mengingat katanya kesempatan beasiswa pada saat di sana lebih mudah di dapat daripada mengajukannya dari negara asal. Namun pastikan diri kita siap mental mencari jalannya dan mampu berkompetitif.
Tiba disana kita harus adaptif dengan yang namanya tempat tinggal. Apakah itu asrama yang disediakan institusi atau kamar sewaan yang dipakai bersama. Kita harus membiasakan diri hidup berbagi seperti menggunakan dapur dan kamar mandi bersama (Bukan berarti mandi bareng Land! Mikirnya jangan kesitu dong…)
Termasuk jika kita ingin bekerja sambil studi, saran terbaik adalah part time job selama 10 jam tiap minggu sepanjang tahun atau sekalian memilih full time job di bulan Juni-Agustus (Pada saat libur kuliah tuh, ayo backpack keliling Eropa Land, cihuy!). Namun harus selalu di ingat bahwa untuk bekerja tersebut membutuhkan izin kerja resmi.
Menyoal makanan tidak perlu khawatir dengan orang-orang Belanda yang identik dengan roti gandum, keju, kentang dan sayuran (Jadi inget waktu makan ikan Haring mentah-mentah di Volendam, pengalaman yang spektakuler abis ya Land!) Dengan semakin berpengaruhnya globalisasi terhadap selera makan orang Belanda, saat ini banyak terdapat fast food murah dan enak. Bahkan jika kita ingin berhemat kita bisa membeli bahan makanan sendiri di supermarket terdekat. Apalagi dengan adanya supermarket oriental yang menyediakan makanan khas asia, kita bisa mengkonsumsi nasi atau mie yang udah sangat mendarah daging di lidah kita (Bukannya lidah lo aja Land? Ehehehe)…
CAN’T HARDLY WAIT TO STUDY ABROAD TO NETHERLAND!
Well, pada akhirnya daripada banyak pertimbangan dan penasaran, datang dan alami sendiri deh! Lalu ceritakan dan berbagi pengalaman lo sama semua orang…!
PS. Cerita bakal lebih lengkap dan seru kalo gue udah kuliah disana beneran, mohon doa restunya yaa.. Ehehehe!!!…..
Info diatas banyak didapat dari buku panduan NUFFIC “Study in Holland 2008 – 2009”.
